Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Berbakti pada Orang Tua

Berbakti pada Orang Tua

Wajibnya berbakti kepada orang tua (birrul waalidain)

Allah berfirman:
“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”. (al-Israa’: 23-24)
Dari Jabir, Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian.”

Keutamaan Berbakti kepada orang tua

1. Amal yang paling dicintai Allah setelah shalat. Dari Amr Asy-Syaibani berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah: ‘Apakah amal yang dicintai Allah?’ Rasulullah menjawab: ‘Shalat tepat pada waktunya.’ Saya berkata: ‘Kemudian amal apa lagi wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab: ‘Berbakti kepada orang tua.,’ ‘Kemudian apa lagi wahai Rasulallah?’ ‘Jihad fii sabilillah.’” (HR Bukhari).
2. Doanya orang tua dikabulkan oleh Allah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Tiga doa yang pasti dikabulkan Allah, doa orang yang teraniaya, doa orang musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawut dan Ahmad).
3. Penyebab turunnya rahmat Allah. Lihat kisah 3 orang yang terperangkap dalam goa.
4. Menjadi penghapus dosa-dosa besar. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sungguh celaka, sungguh celaka.” Para Shahabat bertanya: “Siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda: “Siapa yang mendapati dua orang tuanya dalam usia lanjut, atau salah satunya dan dia masuk neraka.” (HR Muslim).

Cara Berbakti Kepada Orang Tua

1. Ketika mereka masih hidup.
a. Berbuah ihsan pada keduanya
b. Melaksanakan hak-hak nya
c. Senantiasa menaatinya
d. Menjauhkan apa-apa yang akan menyakitinya
e. Melakukan apa-apa yang diridhainya
2. Ketika mereka sudah meninggal
a. Mendoakan mereka
b. Memohonkan ampun pada Allah
c. Melaksanakan janji-janjinya
d. Menyambung silaturahim yang biasa disambungnya
e. Ziarah pada kubur mereka

Durhaka Kepada Orang Tua:

1. Tidak mentaatinya
2. Mengabaikan hak-hak mereka
3. Melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai
4. Menyakiti mereka walau hanya berkata “hus”
5. Memandang mereka dengan pandangan yang menghinakan
6. Bersikap dengan sikap yang merendahkan

Dari Ibnu ‘Abbas ra. Rasulullah saw. bersabda: “Terlaknat orang yang mencaci ayahnya, terlaknat orang yang mencaci ayahnya.”

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: “Allah melaknat tujuh golongan dari makhluk-Nya dari atas langit yang ketujuh: terlaknat orang yang durhaka pada kedua orang tuanya.”

Dari Anas ra. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang orangtuanya ridla padanya maka Allah telah ridla padanya pula, dan barang siapa yang orang tuanya murka padanya maka Allah telah murka kepadanya pula.”

Ibnu ‘Umar berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Di antara dosa besar adalah: mensekutukan Allah, durhaka pada orang tua, membunuh orang lain dan sumpah palsu.”

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada orangtuanya, pecandu khamr, yang mendustakan takdir dan yang melakukan sumpah palsu.”

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabada: “Empat hal yang telah pasti Allah tidak akan memasukkannya ke dalam surga dan tidak mencicipi kenikmatannya: pecandu khamr, pemakan riba, pemakan harta anak yatim yang bukan haknya dan pendurhaka kepada orang tuanya.”

Dari ‘Abdullah bin Aufa, berkata: “Seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, ada serorang pemuda yang sedang sakaratul maut, ketika dituntun untuk mengucapkan “laa ilaaha illallaah” dia tidak bisa mengucapkannya. Rasulullah bersabda: ‘Bukankah dia sudah terbiasa mengucapkannya?’ Mereka menjawab: ‘Benar wahai Rasulullah.’ Rasulullah bersabda: ‘Apa yang menghalanginya untuk mengucapkannya sekarang?’ lantas Rasulullah mendatanginya dan bersabda: ‘Katakanlah: “Laa ilaaha illallaah”. Remaja tersebut berkata: ‘Saya tidak bisa.’ Rasulullah bersabda: ‘Kenapa?’ dia menjawab: ‘Karena saya telah durhaka kepada ibu saya.’ Rasulullah bersabda: ‘Apakah beliau masih hidup?’ dia berkata: ‘Masih wahai Rasulallah.’ Rasulullah bersabda: ‘Panggilkan dia,’ lantas beliau berkata: ‘Apakah ini adalah anakmu?’ Dia menjawab: ‘Benar wahai Rasulullah.’ Rasulullah bersabda: ‘Jika engkau tidak mengampuninya maka saya akan menyalakan api yang besar dan membakarnya.’ Ibunya berkata: ‘Jika demikian saya memaafkannya.’ Rasulullah bersabda: ‘Bersumpahlah kepada Allah dan persaksikanlah pada kami bahwa kamu telah ridla padanya.’ Ibu itu berkata: ‘Saya bersumpah dan saya bersaksi di hadapan Rasulullah bahwa saya telah ridla pada anak saya.’ Rasulullah bersabda: ‘Wahai anak muda, katakanlah: laa ilaaha illallaah.’ Maka anak muda itu lantas mengucapkan laa ilaaha illallaah. Rasulullah bersabda: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan hambanya dari api neraka.’”