Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Cobaan dalam Islam

Cobaan dalam Islam

Definisi Cobaan

1. Menurut bahasa: berasal dari kata “al-bala’” yang berarti ujian
2. Menurut istilah: Mengetahui dan mengenali orang yang sedang diuji apakah dia dalam ketaatan atau kemaksiatan, dengan memberikan beban, baik berupa kesengsaraan maupun kesenangan.

Urgensi Pembahasan Cobaan

1. Mempersiapkan dan mengokohkan jiwa. Rasulullah bersabda: “Surga itu diliputi oleh hal-hal yang dibenci dan neraka itu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan.”
2. Sebagai terapi bagi jiwa-jiwa yang lemah dalam menghadapi pahitnya kesabaran dan beratnya ujian. Dari Khabbab bin Art berkata: “Kami mengadu kepada Rasulullah, kami berkata: ‘Ya Rasulullah, kenapa engkau tidak meminta pertolongan. Mengapa engkau tidak berdoa untuk kami?’ Rasulullah bersabda: ‘Sungguh orang sebelum kalian ditanam ke dalam bumi, kemudian digergaji dari kepala hingga terbelah menjadi dua, mereka disisir dengan sisir dari besi, sehingga dipisahkan antara daging dan tulang mereka, yang demikian itu tidak menghalangi mereka dalam menjalankan agama. Demi Allah, pasti Allah akan menyempurnakan agama ini, sehingga orang yang bepergian dari San’a sampai hadramaut tidak takut kecuali pada Allah dan serigala atas kambing-kambing mereka. Akan tetapi kalian tergesa-gesa.’” (HR Bukhari)
3. Meluruskan orientasi dan meningkatkan kualitas jiwa. Allah berfirman: “17. Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS 24: 17)
4. Mengetahui sunnatullah dalam kehidupan. Allah berfirman: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS 67: 2) dalam ayat lain Allah berfirman: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS 2: 155)

Rasulullah bersabda: “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian selanjutnya dan selanjutnya, seorang diuji sesuai dengan kadar imannya, jika imannya kuat maka ujiannya berat. Jika agamanya lemah maka ujiannya ringan. Ujian akan senantiasa menyertai seorang hamba, hingga hamba tersebut berjalan di atas bumi dan dia tidak memiliki kesalahan. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hikmah-Hikmah Cobaan

1. Menghapus dosa dan mengangkat derajat. Rasulullah bersabda: “Apa saja yang menimpa seorang Muslim baik kesulitan, kegelisahan, kesedihan, kebimbangan dan penderitaan, hingga duri yang mengenainya, kecuali Allah akan menghapuskan dengannya akan kesalahan-kesalahannya.” (HR Bukhari Muslim)
Imam Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menyiapkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman kedudukan dalam tempat kehormatannya, dimana amal-amal mereka tidak akan sampai bahkan dan bahkan tidak mungkin sampai dalam kedudukan tersebut, kecuali melalui ujian dan cobaan. Maka Allah telah menyiapkan pada mereka sarana-sarana yang akan mengantarkan mereka pada kedudukan tersebut dengan cobaan dan ujian.”
2. Membuktikan penghambaan kepada Allah dalam suka dan duka
3. Sebagai seleksi bagi orang-orang Mukmin yang benar dan yang bohong. Allah berfirman: “Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar.” (QS 3: 179)
4. Kembali kepada Allah dengan taubat. Shahabat ‘Ali berkata: “Cobaan itu tidak akan turun kecuali karena dosa, dan tidak akan diangkat kecuali dengan taubat.”
5. Mendidik jiwa dan mengokohkan kepribadian seorang Muslim.

Kiat-Kiat Menjadi Teguh Ketika Menerima Cobaan

1. Bersabar dan berusaha manyabarkan diri. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berusaha untuk bersabar, Allah akan memberikan kesabaran. Dan tiada pemberian yang lebih baik dan lebih luas melebihi pemberian yang berupa sabar.” (HR Bukhari).
a. Menyaksikan keagungan balasan dan pahala yang akan diberikan oleh Allah
b. Memahami sepenuhnya bahwa cobaan itu akan menghapuskan dosa-dosa
c. Memahami sepenuhnya akan dampak dari dosa-dosa yang ia lakukan
d. Memahami bahwa musibah yang datang bukan untuk membinasakannya akan tetapi untuk mengujinya
e. Memahami bahwa Allah senang melihat hamba-Nya selalu istiqamah dalam beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, baik suka maupun duka.
2. Kembali kepada Allah dan memohon keteguhan kepada-Nya. Allah berfirman: “250. Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS 2: 250)
3. Mengetahui tabiat jalan dakwah. Rasulullah bersabda: “Surga diliputi dengan semua yang tidak menyenangkan dan neraka diliputi dengan semua yang menyenangkan.”
4. Berdzikir kepada Allah. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS 8: 45).
Dalam ayat lain Allah berfirman: “Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (QS 25: 32)
5. Berteman dengan orang-orang yang shaleh.