Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Hasud dan Dendam dalam Islam

Hasud dan Dendam dalam Islam

Dalam agama Islam, Hasud dan Dendam termasuk akhlak yang tidak baik.

Definisi

Dendam adalah: tertahannya kemarahan karena tidak mampu untuk melampiaskannya
Hasad adalah: rasa tidak senang terhadap suatu kenikmatan yang dimiliki orang lain, dia menginginkan hilangnya kenikmatan itu.
Ghibtah adalah: tidak menyukai hilangnya suatu nikmat yang diperoleh seseorang dan dia menginginkan untuk mendapatkan nikmat tersebut seperti dia.

Hasud itu Tercela

1. Hasud itu dilarang. Rasulullah bersabda: “Tidak ada hasud kecuali dalam dua masalah: yaitu seseorang yang diberikan karunia oleh Allah berupa harta yang banyak kemudian dia menghabiskannya dalam kebenaran. Dan seseorang yang diberi ilmu oleh Allah kemudian dia amalkan ilmu itu dan dia ajarkan kepada orang lain.” (HR Bukhari-Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian saling hasud, saling memutuskan hubungan, saling membenci dan saling membelakangi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim).

2. Hasud itu termasuk sifat orang kafir, munafik dan yang lemah imannya. Allah berfirman: “109. Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 2: 109)
Dalam ayat lain Allah berfirman: “(yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” (QS 12: 8-9).

3. Allah memerintahkan agar kita berlindung pada-Nya dari sifat hasud. Allah berfirman: “…dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS 113: 5)

4. Hasud itu menghabiskan kebaikan. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hasud itu menghabiskan kebaikan bagaikan api yang menghabiskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

5. Menjauhkan diri dari hasud penyebab masuk surga. Rasulullah bersabda: “Dalam tiga hari akan lewat dari jalan ini seorang ahli surga.” Dalam tiga hari lewatlah orang tersebut, kemudian dia ditanya akan amalnya, maka dia menjawab: ‘Sesungguhnya saya tidak memiliki rasa dengki dan hasud kepada siapapun kaum Muslimin atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya.” (HR Ahmad)

Sebab-Sebab Hasud

1. Rasa permusuhan dan saling benci
2. Sombong, Allah berfirman: “Dan mereka berkata: ‘Mengapa al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?’” (QS 43: 31)
3. Ambisi kekuasaan dan kedudukan
4. Kepribadian yang buruk dan kikir

Cara Mengatasi Hasud

1. Menghilangkan sebab-sebab hasud
2. Menyadari akan bahaya hasud:
– Di dunia: resah dan sempit dada
– Dalam agama:
a. Tidak ridla terhadap takdir Allah
b. Dibenci oleh orang-orang Mukmin
c. Bersekutu dengan iblis
3. Menjaga kebersihan hati: Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada rasul. dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”(QS 58: 9)
4. Ridla terhadap takdir Allah
5. Mengerjakan amal yang berlawanan dengan hasud
6. Memuji dan memperlihatkan kegembiraan jika melihat suatu nikmat.