Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Hawa Nafsu dalam Islam

Hawa Nafsu dalam Islam

Definisi

1. Definisi menurut bahasa:
a. Kecenderungan jiwa terhadap apa yang ia inginkan
b. Kehendak jiwa terhadap apa yang ia senangi
c. Mencintai sesuatu dan kecintaan itu telah mendominasi dirinya
2. Definisi menurut terminologi syar’i: berjalan mengikuti apa yang diinginkan dan disukai oleh nafsu.

Sebab-Sebab Mengikuti Hawa Nafsu

1. Tidak terbiasa mengendalikan diri sejak kecil
2. Bergaul dan berteman dekat dengan orang yang suka mengikuti hawa nafsu
3. Lemahnya makrifat kepada Allah dan hari akhir. Allah berfirman: “Katakanlah: ‘Maka apakah kamu menyuruh Aku menyembah selain Allah, Hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?’ Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS 39: 74-67).
4. Kelengahan orang lain dalam menjalankan agamanya. Allah berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS 3: 104).
Dalam ayat lain Allah berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS 16: 125)
5. Cinta dunia dan lupa akhirat. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (Tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS 10: 7-8)
6. Tidak tahu akan akibat mengikuti hawa nafsu.

Dampak Mengikuti Hawa Nafsu

1. Berkurang dan terkikisnya hawa nafsu
2. Hati berpenyakit, mengeras kemudian mati. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang Mukmin bila berbuat dosa, akan terjadi titik hitam dalam qalbunya. Jika beristighfar dan bertaubat hatinya kembali cemerlang. Jika dosanya bertambah, bertambah pula titik hitam tersebut sehingga menutupi hatinya. Itulah ‘ar-ron’ yang disebut oleh Allah dalam firman-Nya (‘Akan tetapi hati mereka telah menjadi berkarat disebabkan perbuatan yang mereka lakukan’)” (HR Ibnu Majah). Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan pada harta kalian akan tetapi Allah melihat pada hati dan perbuatan kalian.” (HR Muslim).
3. Menganggap remeh akan dosa-dosa. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang Muslim dalam melihat dosanya, bagaikan seorang yang duduk di bawah gunung yang takut akan kejatuhan sesuatu, dan seorang pendosa dalam melihat dosanya, bagaikan lalat yang hinggap di mukanya, kemudian diusirnya begitu saja.” (HR Bukhari)
4. Tidak bisa menerima nasehat. Allah berfirman: “Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) Ketahuilah bahwa Sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS 28: 50)
5. Tidak mendapat hidayah pada jalan yang benar. Allah berfirman: “23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya[1384] dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS 45: 23)
6. Menyesatkan orang lain. Allah berfirman: “Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal Sesungguhnya Allah Telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. dan Sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.” (QS 6: 119)
7. Masuk neraka. Allah berfirman: “Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS 79: 37-3

Cara Mengatasi dari Mengikuti Hawa Nafsu

1. Menyadari akan dampak mengikuti hawa nafsu
2. Menjauhi pergaulan dengan orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu
3. Mengokohkan ma’rifatullah, dengan ilmu yang cukup agar permanen dalam pendirian.
4. Mengenal biografi orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu dan akhir perjalanan hidupnya
5. Mengenal biografi orang-orang shaleh
6. Waspada agar tidak hanyut dengan dunia
7. Berlindung kepada Allah
8. Muhahadatun nafs dan menyadari bahwa kebahagiaan dan ketenangan adalah dengan mengikuti yang disyariatkan. Allah berfirman: “Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS 20: 123)