Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » ISIS BUKAN Islam – Obama: “Kami tidak berperang melawan Islam”

ISIS BUKAN Islam – Obama: “Kami tidak berperang melawan Islam”

“Tidak ada satupun profil seorang ekstremis atau teroris. Tidak ada cara untuk memprediksi siapa yang akan menjadi radikal selanjutnya,” kata Obama. Mereka (Al Qaeda, ISIS) mencoba untuk menggambarkan diri mereka sebagai pemimpin agama, pejuang suci dalam membela Islam.

“Kami tidak mempercayainya karena itu adalah dusta… Mereka bukan pemimpin agama. Mereka adalah teroris,” lanjut Obama.

Pemerintahan Obama tidak menyebut ISIS sebagai ‘radikal Islam,’ dengan alasan bahwa agama kelompok teroris tersebut tidak bermasalah. Pernyataan Obama tersebut disampaikan pada pertemuan di Gedung Putih yang membahas melawan ekstrimisme kekerasan Rabu, 18 Februari 2015.

Tidak ada dihubungkannya Islam dengan penyebab kekerasan dalam terorisme oleh Obama merupakan penekanan bahwa ISIS tidak mewakili Islam.

Terkait ISIS, Sheikh Shawky Ibrahim Abdel-Karim Allam yang merupakan ulama tertinggi Mesir mengatakan hal yang sama, bahwa aksi barbar ISIS ini jauh dari nilai kemanusiaan dan sama sekali tidak memperlihatkan norma keagamaan. Allam juga menegaskan bahwa tidak ada sangkut paut sama sekali antara Islam dan aksi keji militan yang mencatut nama Islam itu. ISIS, menurutnya, sedang memperjuangkan ideologinya sendiri, bukan Islam.

Dalam thedailybeast.com, Dean Obeidallah, seorang mantan pengacara di Amerika Serikat yang saat ini menjadi komedian politik dan penulis, menyatakan bahwa hubungan Islam dan ISIS seperti hubungan Kristen dan KKK (Ku Klux Klan).

”Mereka menggunakan agama. Agenda mereka murni adalah politik.”

Obeidallah yang merupakan warga AS keturunan Arab ini juga menyampaikan bahwa sepanjang 2014, ISIS telah membunuh sedikitnya 4.325 warga sipil yang sebagian besar di antaranya adalah muslim. Sekitar 12 orang baik laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak muslim dibunuh ISIS setiap harinya.

Dalam laporan PBB yang dirilis September 2014, ISIS menargetkan pembunuhan muslim baik Sunni maupun Syiah yang menolak untuk tunduk kepada ISIS.

“‘Tidak pernah ada istilah Islam radikal. Islam hanya ada satu, yaitu, Islam itu sendiri”, tutur Obeidallah.

ISIS bukan Islam. Islam adalah salama yang berarti damai.

sumber