Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Istiqomah dalam Islam

Istiqomah dalam Islam

1. Definisi

a. Menurut bahasa: stabil dan berpegang teguh terhadap sesuatu, komitmen terhadapnya, melaksanakannya dengan kontinyu dan terus-menerus.
b. Menurut istilah: berpegang teguh terhadap agama secara menyeluruh dan komitmen terhadapnya.

2. Buah-buah Istiqamah

1. Malaikat turun kepadanya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushilat: 30). Malaikat turun dengan membawa berita gembira. Imam Waki’ berkata: “Berita gembira tersebut diberikan dalam tiga tempat, ketika meninggal dunia, ketika dalam alam kubur dan ketika dibangkitkan dari kubur.
2. Mendapatkan ketenangan dan ketenteraman. Allah berfirman: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih,” Imam ‘Atha’ berkata: “Jangan takut pahala kalian tidak diterima, sesungguhnya pahala tersebut diterima oleh Allah, dan jangan bersedih atas dosa-dosa kalian, sesungguhnya kami akan mengampuni dosa-dosa tersebut.”
3. Dijanjikan surga padanya. Seperti firman Allah dalam surah Fushilat ayat 30 di atas.
4. Allah menjadi pelindungnya di dunia dan di akhirat. Allah berfirman: “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” (Fushilat: 31). Imam Syaukani berkata: “Yaitu bahwa Allah yang menanggung untuk menjaga dan menolong kalian dalam urusan dunia dan urusan akhirat, dan barang siapa yang Allah telah menjadi pelindungnya maka dia akan mendapat keuntungan dari semua yang ia inginkan dan dia akan selamat dari semua yang ia takutkan.”
5. Mendapat ampunan dari dosa-dosa. Allah berfirman: “Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fushilat: 32). Imam Ibnu Katsir berkata: “Yaitu Allah Yang Maha Pengampun yang telah mengampunkan dosa-dosa kalian dan sayang kepada kalian. Sehingga Allah telah mengampuni dan menutupi dosa, serta mengasihi dan berlaku lemah lembut kepada kalian.
6. Luas rizki dan hidup berbahagia. Allah berfirman: “Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak). (QS 72: 16). Sahabat ‘Umar bin al-Khaththab berkata: “Dimana ada air, di sana pasti ada kekayaan.”

Jalan Menuju Istiqamah

1. Melakukan ketaatan. Yaitu dengan sungguh-sungguh dan mujahadatun-nafs. Dalam surat Huud, setelah Allah memerintahkan untuk istiqamah, (maka tetaplah kamu pada jalan yang benar [istiqamah], sebagaimana diperintahkan kepadamu dan [juga] orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS 11: 112) Allah memerintahkan untuk shalat dan sabar. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: “Istiqamahlah kalian, tapi kalian tidak akan bisa, ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat, dan tidak seorangpun yang selalu menjaga wudlu kecuali adalah Mukmin. (HR Ahmad).
2. Ilmu. Yang paling penting adalah ilmu tentang tauhidullah, sebab ilmu ini merupakan pintu istiqamah. Rasulullah bersabda: “Katakanlah: ‘Saya beriman kepada Allah’ kemudian istiqamahlah kalian.”
3. Ikhlash. Sebab riya’ merupakan penyimpangan dari niat dan membatalkan amal, jani niat yang ikhlash harus dibina sehingga bisa istiqamah, kemudian jujur kepada Allah baik dalam perbuatan maupun dalam perkataan.
4. Mengikuti sunnah Rasulullah. Seorang yang tidak mengikuti sunnah dia akan sesat dari jalan yang lurus. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS 42: 52).
5. Proporsional dan seimbang. Rasulullah bersabda: “Bebankan amal perbuatan yang kalian lakukan sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan. Dan amal yang paling disukai Allah adalah istiqamah (kontinyu) walaupun sedikit.”
6. Berdoa memohon diberi sifat istiqamah. Firman Allah: “barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.” (QS 6: 39). Imam Hasan al-Basri jika membaca ayat ini beliau langsung berdoa: “Ya Allah, Engkau Tuhanku. Berikanlah rizki istiqamah padaku.”
7. Bergaul dengan teman yang baik. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS 11:113).
8. Memiliki interaksi yang baik dengan al-Qur’an. Allah berfirman: “Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS 17: 9).

Penghalang Istiqamah

1. Meremehkan kemaksiatan. Rasululah bersabda: “waspadalah kalian terhadap dosa-dosa kecil, sesungguhnya dia akan berkumpul pada seseorang hingga membinasakannya.” (HR Ahmad). Salah seorang shahabat berkata: “Sesungguhnya kalian mendapatkan beberapa perbuatan, kalian menganggapnya sekecil rambut, akan tetapi pada masa kami dulu, pada masa Rasulullah perbuatan tersebut sebagai dosa besar.” (Hr Bukhari).
2. Disibukkan oleh urusan dunia dan lupa akan urusan akhirat. Rasulullah bersabda: “Bukan kemiskinan yang kami takutkan pada kalian, akan tetapi yang kami takutkan adalah sekiranya dunia sudah dibentangkan kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada umat sebelum kalian, maka kalian akan bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka bersaing dan kemudian kalian akan binasa sebagaimana mereka binasa.” (HR Bukhari).
3. Berlebihan dalam mengkonsumsi yang mubah, sehingga ia akan kesulitan untuk mengerjakan yang penting dan lalai dalam mengerjakan yang wajib.
4. Berteman dengan orang-orang yang berakhlak buruk. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim[740] yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS 11: 113)