Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » Lebih 5.000 Pelayat Hadiri Pemakaman Tiga Mahasiswa Muslim AS yang Ditembak di Chapel Hill

Lebih 5.000 Pelayat Hadiri Pemakaman Tiga Mahasiswa Muslim AS yang Ditembak di Chapel Hill

NORTH CAROLINA : Keluarga, teman dan ribuan warga mengikuti prosesi pemakaman tiga warga Muslim yang ditembak mati di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat.

Pasangan pengantin baru, Deah Shaddy Barakat (23) dan istrinya Yusor Mohammad Abu Salha (21), serta saudaranya Razan Mohammad Abu Salha (19), ditembak mati di rumah mereka pada Selasa (10/2) oleh Craig Stephen Hicks, tetangga mereka sendiri.

Jenazah ketiganya disemayamkan di sebuah gedung kecil di dekat masjid setempat.

Namun karena jumlah pelayat membludak, shalat jenazah dipindahkan ke lapangan milik Universitas North Carolina.

Perguruan tinggi tersebut adalah almamater bagi Barakat yang mengambil jurusan kedokteran gigi dan istrinya semula berencana untuk mendaftarkan kuliah di sana pada tahun akademik baru mendatang.

Pihak keamanan memperkirakan jumlah pelayat mencapai 5.500 orang.

Ayah dua korban perempuan, Mohammad Abu Salha, memberikan sambutan kepada hadirin. Ia mengatakan kepedihan yang ia alami tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Usai dishalatkan, jenazah dibawa ke pemakaman Muslim di luar Raleigh, North Carolina, Kamis (12/2).

Tetangga korban pelaku penembakan, Craig Stephen Hicks, menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan atas dakwaan tiga pembunuhan.

Polisi mengatakan indikasi awal menunjukkan pembunuhan dipicu oleh cekcok masalah parkir. Namun belakangan pihak kepolisian mengindikasikan pembunuhan ini dilatarbelakangi kedengkian pelaku terhadap korban lantaran mereka Muslim.

Presiden AS Barack Obama yang semula bungkam, akhirnya mengecam pembunuhan tiga mahasiswa Muslim itu yang disebutnya sebagai “pembunuhan brutal dan keterlaluan”. Obama juga menyatakan ikut belasungkawa kepeda keluarganya.

Pernyataan Obama ini muncul setelah mendapat kritik dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Obama dan seluruh jajarannya bersikap bungkam terhadap peristiwa penembakan tiga mahasiswa Muslim itu.

Saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Meksiko, Kamis (12/2), Erdogan menilai bungkamnya Obama, Wakil Presiden Joe Biden, dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry terlalu “nyaring” dan mereka seharusnya mengambil sikap setelah kekejian tersebut terjadi.

“Jika Anda tetap diam menghadapi insiden seperti ini, dan tidak membuat pernyataan sama sekali, dunia akan diam terhadap Anda,” kata Erdogan yang mengirim sinyal hubungan antara dirinya dan Gedung Putih sedang memburuk.

Tiga mahasiswa Muslim yang ditembak mati itu adalah aktivis yang berkontribusi terhadap aksi kemanusiaan. Mereka ditembak di kondominium mereka yang berjarak 3 km dari kampus Universitas North Carolina, Selasa (10/2) waktu setempat. (bbc/antara)