Templates by BIGtheme NET
Home » Mutiara Hati » Mengapa Harus Takut Untuk Berda’wah

Mengapa Harus Takut Untuk Berda’wah

Jika kita mendengar kata “persahabatan” tentu pikiran kita akan terkenang pada sahabat-sahabat kita, baik itu sahabat semasa kecil, sahabat semasa sekolah, masa kuliah, teman sekantor, teman main atau mungkin sahabat pena sekalipun. Indahnya makna sebuah persahabatan, yang tentunya akan menjadi bagian tersendiri dalam kehidupan kita. Dengan kemajuan jaman yang semakin canggih mengantarkan kita pada Dunia Maya, di Dunia ini tak ubahnya seperti Dunia nyata. Di Dunia inipun kita harus pandai, jeli dan bijak dalam memilih atau memilah teman. Teman yang bagaimanakah yang akan kita jadikan sebagai tempat sharing, sebaiknya pilihlah sahabat yang berpijak pada Ukhwah Islamiyah.

Nah jika kita sudah memilih pada rel Ukhuwah Islamiyah, fokuskan diri kita hanya kepada Allah dan selalu berada dalam koridor ruang hening bersamanya. Peganglah Al-Quran sebagai peta perjalanan untuk melangsungkan kehidupan ini, lengkapi dengan hadist-hadist terpecaya. Setelah itu beriman dan beramal sholihlah, lengkapilah dengan tausyiah yang penuh kesabaran dan selalu saling memaafkan.

Dalam memberikan tausyiah ada seruan da’wah didalamnya, sehingga dalam persahabatan tak hanya bermakna untuk bersenang-senang semata tetapi selalu ada sederet ilmu yang dapat kita berikan demi sebuah perbaikan taupun perubahan. Hindari kritikan, tuduhan maupun fitnah terbuka kepada Muslim lainnya di depan umum. Jika ingin mengkritik saudaranya yang muslim, lakukan lewat inbox FB, lewat email, atau lewat jalur privasi lainnya, sehingga tidak terjadi perpecahan yang tak perlu antar umat seagama.

Lantas timbulah pertanyaan, sudahkah kita pantas memberikan tausyiah….?, apakah pantas kita berda’wah….?
Misi keberadaan kita di dunia adalah menjadi rahmat bagi semesta alam, yang mau tak mau membuat kita untuk berjalan di jalan da’wah.

Mengapa harus berda’wah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba kita lihat Q.S. Luqman 18, di mana Luqman berkata kepada anaknya:

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (١٨ 

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan hal-hal yang diwajibkan Allah.

Jalan Da’wah adalah Jalan Terbaik

Di dalam Q.S. Fushshilat ayat 33, Allah mengatakan bahwa jalan da’wah adalah
jalan terbaik

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٣٣)

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata, “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

Karena itu, ironis sekali jika seorang muslim secara sadar meninggalkan jalan ini. Jadi “Mengapa Harus Takut Untuk berda’wah”.

Da’wah Secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da’wah yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da’wah berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah Swt. dan rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Syaikh Ali Mahfuzh -murid Syaikh Muhammad Abduh- sebagai pencetus gagasan dan penyusunan pola ilmiah ilmu da’wah memberi batasan mengenai da’wah sebagai: “Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”

Saya disini ingin menyampaikan satu bentuk Da’wah yang bisa sahabat gunakan dalam melakukan kegiatannya di Dunia maya yaitu dengan Dakwah bit-Tadwin — Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang da’i, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.

Sahabatku marilah kita fokus kedalam sementara abaikan dunia luar, bersihkan dan benahi diri sebelum menyalahkan berbagai kondisi luar yang ada. Perbanyaklah gerakan “Ayo bertaubat”, “Ayo berukhuwah”, bertaubatlah dengan istigfar dan tulus mencintaiNya dengan membersihkan diri kita dalam pertaubatan yang tulus, maka sejatinya kita pun tengah membantu “membersihkan” dunia luar. Islam pun menjadi rahmat bagi semuanya dengan menjalin ukhuwah….

Untuk itulah para sahabat marilah kita isi waktu yang tinggal sedikit ini untuk saling berbagi dalam kebaikan, jadikanlah media yang dimiliki untuk berda’wah walaupun dalam lingkup yang kecil. Jangan simpan kata-kata indah dalam da’wah pada sahabat-sahabatmu sehingga dia meninggal dunia yang akhirnya hanya datang sesal karena terpaksa kau catatkan kata-kata indah itu pada pusaranya. Sebaliknya serukan kata-kata indah yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

ends_alfiansyah