Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » Pilot disandera.Raja Yordania Didesak Setop Dukung AS

Pilot disandera.Raja Yordania Didesak Setop Dukung AS

AMMAN – Nasib pilot Yordania, Muath al-Kasaesbeh, yang disandera ISIS membut Raja Yordania dalam posisi sulit. Raja Yordania, Abdullah, ditekan rakyatnya untuk setop mendukung Amerika Serikat (AS) dengan menarik diri dari koalisi anti-ISIS.

Tekanan itu mulai muncul, setelah risiko yang dialami pilot Yordania membuat publik di negara itu mempertanyakan keuntungan negara mereka menjadi sekutu AS dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pilot pesawat jet tempur F-16 Yordania itu ditangkap militan ISIS di Suriah utara setelah pesawatnya jatuh pada bulan Desember 2014. Sejak ditangkap, ISIS berkali-kali mengancam akan mengeksekusi pilot itu.

Namun, ISIS meminta tukar tawanan, di mana kelompok itu menuntut tahanan wanita bernama Sajida al-Rishawi dibebaskan.

Raja Abdullah sendiri menegaskan, bahwa sebagai negara Muslim moderat, Yordania harus turut serta memerangi kelompok dengan ideologi brutal yang berulah di Timur Tengah.

Namun di kampung halaman Kasaesbeh marak demo agar Raja Abdullah berhenti mendukung AS dalam memerangi ISIS. ”Kami tidak akan menjadi sapi kurban untuk Amerika!,” teriak seorang demonstran muda Yordania, yang dilansir Reuters, Senin (2/2/2015).

Kendati demikian, pada pekan lalu, Raja Abdullah menjelaskan kebijakannya mengapa Yordania harus memerangi ISIS. ”Tidak ada jam pada hari di mana saya dan angkatan bersenjata tidak bekerja untuk pilot pahlawan kita. Sayangnya perang saat ini merupakan salah satu bagian dalam dunia Islam dan itu perang kita,” katanya saat menemui para tetua suku di Yordania.

Dalam sejarahnya, Yordania ketika dipimpin ayah Raja Abdullah, yakni Raja Hussein, sejatinya pernah menolak membantu AS. Yakni, ketika AS mengusik Irak yang dipimpin ditaktor Saddam Hussein Irak, karena Irak menginvasi Kuwait tahun 1990.