Templates by BIGtheme NET
Home » Ilmu Falak » Astronomi » Planet-planet Paling Misterius yang Dikenal Manusia

Planet-planet Paling Misterius yang Dikenal Manusia

Selama ribuan tahun, para astronom hanya bisa mempelajari planet-planet yang ada di tata surya kita.

Sifat sangat kompleks dari sistem planet pertama kali diketahui saat Galileo melihat Jupiter melalui teleskop. Saat itu dia melihat benda langit yang mengorbit Jupiter yang akhirnya disebut sebagai satelit Galilea.

Pada 1994, planet pertama di luar tata surya kita ditemukan. Sejak itu, setidaknya 1.888 lebih exoplanet (planet-planet di luar tata surya) telah terungkap, yang mengarah ke revolusi dalam cara para ilmuwan memahami formasi planet.

Kemisteriusan planet kadang terdengar lebih dari sekedar fiksi ilmiah dan itu sering membingungkan para peneliti.

Berikut ini 10 planet paling misterius di gugusan bintang yang dikenal manusia

Gambar: Planet Hujan Batu

Gambar: Planet Hujan Batu

CoRoT-7b adalah planet berbatu yang pertama kali ditemukan di orbit bintang lain. Para astronom percaya planet ini dahulunya planet gas raksasa yang mirip dengan Saturnus atau Neptunus, sebelum lapisan atas atmosfer dan gas yang terkelupas sebagai akibat terlalu dekat dengan sebuah bintang.

Karena planet ini terkunci pasang surut, bagian dari CoRoT-7b yang menghadap bintang suhunya mencapai 4.000 derajat Fahrenheit, sementara sisi gelap planet mencapai suhu dingin 350 derajat Fahrenheit.

Kondisi ini memberikan kontribusi hujan batu, di mana batu yang melayang jatuh ke permukaan planet sebagai hujan batu cair dan akhirnya terjadi pengerasan menjadi batu padat.

Gambar: Planet Paling Ringan

Gambar: Planet Paling Ringan

Penemuan terbaru Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics ini menggemparkan kalangan astronom karena sangat ringan.

HAT-P-1 adalah planet gas raksasa dengan ukuran setengah Jupiter yang beratnya kira-kira sama dengan bola gabus. Kontroversi yang kini masih diteliti ahli astrofisika adalah mengapa planet ini membengkak di luar ukuran normalnya.

Gambar: Planet Berlian

Gambar: Planet Berlian

Planet Super-Earth ini besarnya dua kali Planet Bumi dengan suhu mencapai 3.900 derajat Fahrenheit. Planet yang ditemukan tahun 2004 ini dipercaya terbentuk dari karbon yang berubah menjadi berlian dan grafit.

Sesuai dengan nilai pasar berlian saat ini, 55 Cancri e akan bernilai US$ 26,9 noniliun, yaitu sekitar 384 quintiliun kali lebih banyak dari PDB seluruh negara di Bumi yang ‘hanya’ sekitar US$ 74 triliun.

Menurut Forbes, hanya perlu menambang 0,182 persen dari 55 Cancri e bisa untuk membayar kembali utang semua pemerintah di dunia.

Gambar: Planet Cincin

Gambar: Planet Cincin

Ditemukan pada 2012, J1407 b memiliki cincin planet yang ukurannya 200 lebih besar dari cincin yang mengorbit Saturnus. Planet J1407 b terletak 400 tahun cahaya dari Bumi.

Sistem cincin J1407 b sangat besar sehingga jika Saturnus memiliki sistem cincin seperti maka akan mendominasi langit Bumi dan terlihat sangat besar dari Bulan purnama.

Planet ES Membara

Planet ES Membara

Gliese 436 b adalah planet es seukuran Neptunus namun mengorbit 4,3 juta mil dari bintangnya. Itu hampir lima belas kali lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan Merkurius ke Matahari. Namun planet ini benar-benar beku.

Suhu permukaan Gliese 436 b konsisten di angka 822 derajat Fahrenheit. Suhu konstan tersebut akibat dari begitu dekatnya planet ini dengan bintangnya.

Jika air mendidih di suhu 100 derajat Celsius, maka kehadiran es tidak mungkin ada. Kecuali itu bukan benar-benar es, setidaknya dalam pengertian umum. Fenomena ini disebut sebagai ice ten atau es panas.

Molekul air di planet ini tidak bisa menguap meski suhu sekitarnya mencapai ratusan derajat. Hal ini disebabkan adanya kekuatan gaya gravitasi yang sangat besar

Gambar: Planet Pembunuh:

Gambar: Planet Pembunuh:

Seperti planet-planet yang terkunci pasang surut, Gliese 581C (Planet Pembunuh) tidak bisa berputar saat mengitari bintang katai merah yang menjadi bintangnya.

Ini berarti bahwa satu sisi yang menghadap bintang itu panas sekali sementara sisi lainnya gelap membeku.

Namun demikian, para ilmuwan memperkirakan bahwa sebagian dari Gliese 581C ini bisa dihuni. Bahkan planet ini diyakini menjadi kandidat terbaik untuk ekspansi manusia.

Hanya saja hidup di permukaan planet ini akan mengingatkan orang pada ‘neraka’, karena bintang katai merah membombardir planet dengan cahaya merah dan inframerah.

Planet Kesepian

Planet Kesepian

Planet paling terpencil ini berada di konstelasi Crux, kira-kira 300 tahun cahaya jaraknya dari Bumi.

Dengan besar 11 kali dari Jupiter, penemuan HD 106906 b telah mengacaukan para astronom modern.

Meski pun ukurannya besar, planet ini mengorbit bintangnya pada jarak 20 kali lebih besar dari ruang antara Matahari dan Neptunus atau 60 miliar mil. Menjadikan planet ini sebagai planet paling kesepian di seluruh jagat raya.

Para ahli astrofisika masih belum mengerti kenapa planet ini sangat terpencil. Masalahnya, Planet seperti Jupiter biasanya perlu lebih dekat dengan bintang mereka untuk mengumpulkan material agar bisa terbentuk.

Hipotesis lainnya menyatakan, HD 106906 b mungkin adalah bintang yang gagal, karena menurut teori bintang biner Planet Kesepian dianggap terlalu kecil untuk formasi biner.

Gambar: Planet Lubang Hitam

Gambar: Planet Lubang Hitam

Hampir sebesar Jupiter dan terletak 750 tahun cahaya dari bintangnya yang berbentuk seperti Matahari, TrES-2b adalah planet yang menghisap begitu banyak cahaya sehingga para ilmuwan menganggapnya planet paling gelap sejagat.

Meski pun berbentuk planet gas dengan ukuran hampir sebesar Jupiter, planet ini memantulkan kurang dari 1 persen cahaya yang diterimanya. Sementara tingkat pantulan cahaya Jupiter sebesar 33 persen.

Akibatnya, planet ini lebih gelap daripada batu bara atau cat akrilik hitam, yang mengarah ke spekulasi bahwa atmosfer planet ini mengandung bahan kimia atau campuran senyawa yang misterius.

Gambar: Planet Methuselah

Gambar: Planet Methuselah

Inilah planet yang usianya 1 miliar lebih muda dari alam semesta. Begitu tuanya, planet PSR 1620-26 b menjadi perdebatan para ahli astrofisika tradisional.

Dahulu, planet ini dianggap tidak mungkin berusia 13 miliar tahun karena kurangnya material yang diperlukan untuk membentuk planet-planet di alam semesta.

Namun, Metusalah hampir tiga kali lipat usia Bumi dan kemungkinan terbentuk hanya satu miliar tahun setelah terjadi Big Bang.

Planet Metusalah menjelajah di antara cluster bola bintang, terkunci bersama-sama oleh gravitasi di konstelasi Scorpius. Dalam cluster, Metusalah mengorbit sistem bintang biner yang terdiri dari bintang katai putih dan pulsar.

Gambar: Planet Osiris

Gambar: Planet Osiris

Inilah exoplanet yang ditemukan saat berhenti mengitari orbitnya. Osiris (HD 209458b) berada di ketinggian 150 tahun cahaya dalam konstelasi Pegasus. Sekitar 30 persen lebih besar dari Jupiter, Osiris memiliki orbit seperdelapan jarak Merkurius dari Matahari.

Dengan jarak tersebut, suhu planet ini sekitar 1.832 derajat Fahrenheit. Osiris membuat tercengang astronom dan ahli astrofisika saat hidrogen, oksigen dan karbon terdeteksi keluar dari planet ini.

Hal ini menyebabkan Osiris dianggap planet jenis baru dari seluruh klasifikasi planet yang disebut sebagai chthonian.


sumber