Templates by BIGtheme NET
Home » Khazanah » Pendidikan Islami » Tawadlu’ dalam Islam

Tawadlu’ dalam Islam

Definisi Tawadlu’

a. Definisi menurut bahasa: berasal dari kata “wadlo-a” yang berarti rendah
b. Definisi menurut istilah: merendahkan diri di hadapan Allah dan hamba-hamba-Nya yang shaleh.

Atau: mencegah diri untuk memandang diri lebih dari yang lain, dengan konsekuensi perilaku atau kata-kata yang mencerminkan penghormatan dan pemulyaan pada orang lain.

Urgensi Tawadlu’

1. Merupakan sifat orang-orang Mukmin. Allah berfirman: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS 25: 63)
Dalam ayat lain Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS 5: 54)

2. Mendapatkan mahabbah dari Allah. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS 4: 36)

3. Mendapat penghormatan dari orang lain, dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: “Tiada seseorang yang tawadlu’ karena Allah, kecuali Allah akan mengangkatnya.” (HR Muslim)

4. Menyebabkan menyatunya hati

5. Penyebab masuk surga. Allah berfirman: “Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 28: 83)
6. Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk tawadlu. Allah berfirman: “88.

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang Telah kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.” (QS 15: 88)

Macam-Macam Tawadlu’

1. Tawadlu kepada Allah. Tanda-tandanya: 1) menganggap kecil akan ketaatannya. Allah berfirman: “60. Dan orang-orang yang memberikan apa yang Telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (QS 23: 60), 2) menganggap besar kemaksiatan yang dilakukannya. 3) menyandarkan keberhasilan kepada Allah. Allah berfirman: 49. Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru kami, Kemudian apabila kami berikan kepadanya nikmat dari kami ia berkata: “Sesungguhnya Aku diberi nikmat itu hanyalah Karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak Mengetahui.” (QS 39: 49).

2. Tawadlu kepada agama Allah, tandanya adalah:
a. Menerima dan tunduk kepadanya
b. Tidak menyangkalnya
c. Tidak menuduhnya dengan tuduhan yang tidak baik

3. Tawadlu kepada Rasulullah. Tanda-tandanya:
a. Tidak keberatan di dalam mengikuti dan menaatinya. Allah berfirman: “65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS 4: 65)
b. Mendahulukan petunjuknya atas yang lain

4. Tawadlu kepada orang-orang Mukmin, tandanya:
a. Mentaati orang-orang yang diperintahkan oleh syariat untuk ditaati
b. Menerima kebenaran darimanapun datangnya
c. Bersaudara dengan mereka
d. Menghormati mereka
e. Berkhidmat terhadap mereka
f. Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Allah berfirman: “Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS 9: 128)
g. Memberi maaf dan memintakan ampunan buat mereka
h. Mengajak mereka bermusyawarah
i. Bergaul dengan orang-orang shaleh