Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » Ujub, Ghurur dan Takabur dalam Islam

Ujub, Ghurur dan Takabur dalam Islam

Ujub, Ghurur dan Takabur merupakan akhlak yang tercela menurut pandangan Islam

Definisi

1. Ujub adalah bangga terhadap diri sendiri dan apa yang dilakukannya tanpa menganggap rendah orang lain.
2. Ghurur adalah: bangga terhadap diri sendiri serta menganggap rendah orang lain
3. Takabbur: bangga terhadap diri, menganggap rendah orang lain, merendahkannya dan tidak mau menerima kebenaran darinya. Seorang sahabat berkata: “Wahai Rasulallah, setiap orang suka jika bajunya bagus dan sendalnya juga bagus?” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR Muslim)

Takabbur itu Tercela

1. Tanda lemahnya iman dan jahil pada Allah. Allah berfirman: “Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.” (QS 16: 22).
2. Perbuatan yang membinasakan. Rasulullah bersabda: “Tiga hal yang membinasakan: bakhil yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan kesombongan.”
3. Tidak bisa mengambil nasehat dan tidak bisa mengikuti ayat-ayat Allah. Allah berfirman: “Dan kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang Karena bencinya,” (QS 17: 46)
Dalam ayat lain Allah berfirman: “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku)[569], mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah Karena mereka mendustakan ayat-ayat kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (QS 7: 146)
4. Menjadi sebab kebencian Allah dan manusia. Allah berfirman: “Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS 16: 23). Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Tiga golongan di hari kiamat nanti Allah tidak mengajak bicara dengan mereka, tidak mensucikan mereka dan tidak melihat mereka dan mereka mendapat siksa yang pedih; yaitu orang tua yang berzina, penguasa yang pembohong dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim)
5. Penyebab masuk neraka. Rasulullah bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang yang dalam qalbunya terdapat seberat dzarrah dari sifat sombong.” (HR Muslim).

Sebab-Sebab Takabur

1. Anggapan yang salah terhadap ilmu yang dimilikinya. Allah berfirman: “Karun berkata: ‘Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada padaku’. dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh Telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih Kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS 28: 78).
2. Amal dan ibadah. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunanNya. dan dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS 53: 32).
3. Kedudukan dan kebangsawanan
4. Kecantikan
5. Kekayaan. Allah berfirman: “Dan dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia Berkata kepada Kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat” (QS 18: 34)
6. Kekuatan
7. Banyak pendukung. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah Telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (Ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak Karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu Telah terasa sempit olehmu, Kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (QS 9: 25)

Cara Mengatasi Takabbur

1. Mengetahui kedudukan Allah dan dirinya. Allah berfirman: “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 8: 17)
2. Mengingat akibat takbbur dan keutamaan tawadlu’. Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang tawadlu’ karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnnya.” (HR Muslim).
3. Mengingat akan kenikmatan Allah yang tak terhitung. Allah berfirman: “Dan dia Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS 14: 34)
4. Menjenguk orang sakit, menyaksikan orang yang sedang sakaratul maut dan tertimpa bencana, mengantar jenazah dan ziarah kubur.
5. Bergaul dengan orang-orang lemah dan fakir miskin.
6. Menjauhi orang yang sombong dan bergaul dengan orang-orang yang tawadlu.
7. Menghilangkan penyebab takabbur.